Low Back Pain. Kursi Anda jadi Bom Waktu!

Dari kursi kerja Anda, lahir penyakit yang kini sangat populer. Nyeri Punggung Bawah alias Low Back Pain disinyalir sebagai penyakit nomor dua setelah nyeri kepala.



Banyak rekan kerja, atau mitra bisnis, atau bahkan Anda sendiri mungkin pernah mengalaminya: Terlalu sering terpaku di tempat duduk dengan mata terus-menerus melihat layar komputer, kurang banyak gerak sehingga otot-otot dan tulang berkurang fleksibilitasnya. Akibat semua ini bisa menyimpul pada satu keluhan: low back pain, atau nyeri pinggang. Pinggang terasa kaku, dan rasa nyeri terasa, baik waktu melakukan gerakan yang melibatkan otot dan tulang pinggang. Penyakit pinggang tampaknya menjadi masalah cukup sering dikeluhkan para profesional sibuk. 

Journal Medicine yang diterbitkan di Inggris beberapa waktu lalu mengungkapkan, 180 juta jam kerja para profesional menjadi sia-sia akibat keluhan yang satu ini. Sementara di Amerika Serikat, keluhan nyeri pinggang menempati urutan kedua tersering setelah nyeri kepala. Di negeri Paman Sam ini, lebih dari 80 penduduk pernah mengeluhkannya. 

Bagaimana di Indonesia? Di tempat kerja, ada sejumlah kemungkinan yang bisa menjadi sumber bahaya potensial bagi kesehatan. Lingkungan kerja yang buruk, pekerjaan itu sendiri yang memang berisiko menimbulkan gangguan kesehatan, serta manajemen yang belum memiliki kesadaran akan pentingnya kesehatan dan keselamatan kerja. Salah satunya adalah gangguan low back pain. Meski belum ada statistik yang valid, low back pain ditengarai sering dikeluhkan para profesional kita. 

PINGGANG! Meski ada beberapa macam penyakit pinggang, low back pain tampaknya menjadi penyakit pinggang yang cukup dominan diderita orang. Parahnya, rasa nyeri yang terjadi di daerah pinggang bagian bawah ini dapat menjalar ke kaki terutama bagian sebelah belakang dan samping luar. Keluhan terhebat bisa menyebabkan pasien mengalami kesulitan dalam setiap pergerakan, harus beristirahat, bahkan kalau perlu harus menjalani tindakan operasi. 

"Banyak penyebab low back pain. Penyakit ini bisa menurun, misalnya karena kecenderungan tulang belakang seseorang memang secara genetis melengkung seperti huruf "S". Orang dengan kondisi tulang punggung yang disebut scoliosis ini biasanya akan merasakan nyeri pada usia 25-30. Kedua, mungkin karena sering mengangkat benda berat, cedera karena olah raga, atau bisa jadi posisi duduk salah dan itu berlangsung lama dan terus-menerus sehingga akhirnya posisi tulang menjadi tidak normal, dan semua itu mempengaruhi otot dan saraf di sekitar punggung," ungkap Dr. Nicolaas C. Budhiparma, Jr. — Head of Orthopedic, Rumah Sakit Medistra Jakarta. 

Menurut Dr. Nico, demikian sapaan akrab pria lulusan Orthopaedic Surgery dari University Hospital, Leiden ini, pada dasarnya timbulnya rasa sakit pinggang adalah karena terjadinya tekanan pada kedua sisi otot tengah tulang punggung, biasa disebut "saraf terjepit." Jepitan pada saraf ini dapat terjadi karena gangguan pada otot dan jaringan sekitarnya, gangguan pada sarafnya sendiri, kelainan tulang belakang maupun kelainan di tempat lain. "Terlalu sering mengangkat beban berat, adalah salah satu contoh yang bisa menyebabkan terjadinya nyeri punggung," katanya lebih lanjut. Ukuran "berat" yang bisa menyebabkan nyeri punggung juga sangat relatif bagi tiap orang.

Bisa jadi 10 kg bagi Anda bisa berat, tapi bagi seorang atlet yang terlatih tidak. "Berat" benda yang bisa menyebabkan sakit pinggang juga relatif tidak sesuai dengan rasio berat tubuh, dan tergantung ketahanan dan kekuatan tubuh seseorang. 

Penyebab lain nyeri punggung bisa terjadi karena sikap duduk yang salah. Orang yang biasa duduk lama di depan komputer sangat disarankan duduk di kursi yang sesuai ergonomi tubuh. 

"Posisi yang salah, misalnya terus-menerus miring, atau tulang punggung dijadikan tumpuan berat tubuh, sangat memungkinkan timbulnya keluhan ini, karena pada kedua sisi otot tengah tulang punggung (spasma otot) berubah pada arah yang salah," ungkap salah satu pengurus Ikatan Osteoporotis Indonesia ini. 

Ada sejumlah tindakan yang akan dilakukan dokter pada pasien dengan keluhan nyeri pinggang. Biasanya, kalau masih pada tahap ringan, dokter akan meminta pasien untuk melatih otot-otot punggung dan menguatkan otot-otot perut. Jika perlu, pasien dirujuk kepada fisioterapis, yang biasanya akan meminta pasien untuk berenang. Olah raga ini merupakan salah satu cara terbaik untuk melatih kembali otot-otot punggung dan perut. Meski berenang sangat dianjurkan sebagai salah satu terapi, sejumlah olah raga kebugaran justru sangat tidak dianjurkan. 

Jelas Dr. Nico, "Lari, baik jogging maupun lari di tempat di atas treadmill — sangat tidak dianjurkan karena banyak melakukan gerakan high impact. yang justru akan memperparah rasa nyeri. Tapi bersepeda, lumayan tidak mengganggu dan baik untuk meringankan nyeri punggung." 

Jika tahapan ringan tersebut belum memadai, misalnya pasien mengalami keluhan yang lebih parah, pemeriksaan dan pengobatan lanjutan sangat diperlukan. Biasanya dokter akan memberi obat-obatan yang akan merileksasi dan memberi perangsangan pada otot dan saraf di area punggung. Jika pasien pada tahap yang lebih parah, injeksi, bahkan pembedahan, mungkin akan dilakukan. 

Sayangnya, pasien di Indonesia umumnya datang dalam keadaan keluhan yang lumayan berat. Gejala-gejala awal sering tidak dipedulikan karena orang menganggap keluhan nyeri punggung sebagai penyakit karena capek biasa. Yang umum dilakukan, orang mencoba mengobati sendiri dengan pijat dengan olesan balsam, atau menempelkan koyo.

Ada banyak penyebab nyeri punggung. lni adalah contoh paling umum penyebabnya. Kini Anda tahu, kini Anda bisa menghindarinya! 

Spasme otot (ketegangan otot) merupakan penyebab terbanyak keluhan nyeri pinggang. Ini terjadi karena gerak pinggang yang terlalu mendadak atau berlebihan melampaui kekuatan otot-otot tersebut. Olah raga dengan gerak terlalu mendadak dan berlebihan bisa menyebabkan ketegangan otot, misalnya mengejar atau memukul bola pada olah raga bulutangkis, tenis, golf. Mengangkat benda-benda agak berat dengan posisi salah, misalnya memindahkan meja, kursi, mengangkat koper, mendorong mobil. Bahkan, saat Anda begitu gembira menggendong keponakan yang masih kecil, tapi dengan posisi tubuh salah, dapat mengakibatkan low back pain.

Pengapuran tulang belakang di sekitar pinggang. Ini akan mengakibatkan jepitan pada saraf, dan kemudian mengakibatkan nyeri pinggang. HNP atau hernia nukleus pulposus, yaitu terdorongnya nucleus pulposus, suatu zat yang berada di antara ruas-ruas tulang belakang, ke arah belakang balk lurus maupun ke arah kanan atau kiri akan menekan sumsum tulang belakang atau serabut-serabut saraf. Ini bisa mengakibatkan terjadinya rasa sakit sangat hebat! Mengapa? Hal ini bisa terjadi karena trauma/kecelakaan, dan rasa sakit tersebut menjalar ke kaki baik kanan maupun kiri. Stres mental, yang menyebabkan seseorang merasa sangat tertekan, bisa muncul dalam bentuk low back pain.

Sembuhkan low back pain! 

Inilah yang mungkin dilakukan dokter untuk sembuhkan keluhan low back pain Anda. Untuk mencari penyebabnya, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan foto ronsen poros tulang belakang, atau pemeriksaan khusus misalnya dengan cara scanning.

Jika pasien mengalami tegang otot, akan digunakan obat-obatan yang berfungsi untuk mengendorkan kontraksi otot (muscle relaxant). Pada pengobatan simptomatis lainnya, seringkali diperlukan campuran antara obat-obat analgesik, anti infIamasi, NSAID, dan penenang.

Bila pengobatan biasa tidak berhasil, tindakan fisioterapi dengan alat-alat khusus maupun dengan traksi, yakni tulang belakang ditarik, boleh jadi diperlukan. Tindakan operasi diperlukan jika pengobatan dengan fisioterapi ini tidak berhasil. Misalnya pasien mengalami pengapuran berat.

Selain berobat pada neurolog, sejumlah pasien perlu berobat ke internis. Juga bedah saraf, bedah orthopedi bahkan mungkin perlu konsultasi pada psikiater atau psikolog, jika low back pain disebabkan masalah-masalah yang lebih kompleks. 

Share to

Artikel lainnya dari prof nicolaas

Sudah Cukupkah Asupan Kalsium Anda Selama Pandemi

Menjaga daya tahan tubuh selama pandemi menjadi tameng agar tidak terular virus Covid-19. Salah satu caranya meningkatkan sistem imun dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan multivitamin.

Selengkapnya

Menderita Skoliosis, Bagaimana Cara Penanganannya

Perlu diketahui, Skolosis merupakan kondisi di mana penderitanya mengalami tulang punggung miring atau bengkok. Lantas, bagaimana penanganannya? Dan apakah kelainan tulang ini bisa dicegah dan diobati?

Selengkapnya

Mengidap Flu Tulang? Ini Cara Mengatasinya

tTahukah kamu kalau ada penyakit flu lainnya, yaitu flu tulang. Flu tersebut merupakan disebabkan oleh sebuah virus. Namun apa itu flu tulang?

Selengkapnya