Maksimalkan Potensi Tinggi Badan

Beberapa penelitian terbaru menyebutkan variasi genetik yang langka dapat mempengaruhi tinggi badan melebihi yang diturunkan dari orang tuanya. Namun bagaimanakah supaya kita bisa memaksimalkan potensi genetik yang diturunkan dari orang tua kita?



Dalam artikel yang sudah tayang sebelumnya, kita telah pahami bersama bahwa tinggi badan hampir sepenuhnya dipengaruhi oleh genetik yang diturunkan dari orang tua. Beberapa penelitian terbaru juga menyebutkan variasi genetik yang langka dapat mempengaruhi tinggi badan melebihi yang diturunkan dari orang tuanya. Namun bagaimanakah supaya kita bisa memaksimalkan potensi genetik yang diturunkan dari orang tua kita?

Latihan fisik merupakan kunci untuk bisa memaksimalkan potensi tinggi badan, disamping peran dari nutrisi dan lingkungan. Aktifitas fisik didefinisikan sebagai segala jenis aktifitas yang melibatkan otot-otot rangka tubuh dan menggunakan energi dari tubuh kita. Aktifitas fisik harus dilakukan sedini mungkin. Penelitian menyebutkan aktifitas fisik dapat dimulai bahkan sejak janin masih dalam kandungan dan memberikan efek positif kepada ibu dan janinnya. 

Aktifitas fisik yang dilakukan pada ibu hamil akan mengurangi bengkak, memperkuat otot sehingga dapat mengurangi nyeri pada punggung, mencegah konstipasi, mengurangi resiko insomnia dan depresi. Terkadang yang menjadi ketakutan adalah aktifitas fisik yang dilakukan pada ibu hamil dapat mengurangi berat badan bayi saat lahir, namun hal ini tidak terbukti secara ilmiah. Penelitian ilmiah menunjukkan aktifitas fisik pada ibu hamil tidak akan mempengaruhi berat badan bayi, bahkan aktifitas fisik ibu dapat mendukung pertumbuhan bayi yang mencukupi sesuai umur kehamilannya. Contoh aktifitas fisik yang dapat dilakukan oleh ibu hamil adalah aktifitas fisik low impact seperti aerobic dan yoga, idealnya aktifitas ini dapat dilakukan sampai dengan 3x seminggu. Yang menjadi batasan adalah aktifitas fisik pada ibu hamil tidak boleh berupa latihan berat, dikarenakan jenis aktifitas ini beresiko dapat mengurangi berat badan bayi saat lahir.

Aktifitas fisik kemudian dilanjutkan saat bayi sudah lahir. Pada bayi dengan kelahiran preterm atau prematur, aktifitas fisik secara pasif atau dibantu berupa gerakan pada ekstrimitas dan latihan resistan melawan gerakan bayi selama 5-10 menit dalam sehari dapat membantu meningkatkan berat badan, meningkatkan panjang ekstrimitas, massa tulang, mineral tulang dan massa bebas lemak pada bayi. Aktifitas fisik pada bayi ini dapat berupa pijatan pada bayi, gerakan menekuk dan meluruskan tangan dan kaki selama sepuluh menit setidaknya sebanyak 3 kali dalam sehari. 

Setelah anak menginjak umur sebelum sekolah, dalam rentang kurang dari lima tahun, aktifitas fisik yang bisa dilakukan berupa permainan-permainan yang meliputi gerakan naik tangga, berlari, bersepeda dan melompat. Penelitian di Italia menunjukkan grup anak – anak dengan aktifitas fisik didapatkan peningkatan tinggi badan lebih banyak daripada grup anak – anak yang inaktif, meskipun peningkatan berat badan kedua grup ini sama. Aktifitas fisik pada anak – anak ini juga dapat meningkatkan kemampuan motorik, kekuatan otot, fleksibilitas dan koordinasi. 

Dalam kelanjutannya, pada usia mulai bersekolah kemudian saat anak melewati pubertas dan saat pertumbuhan tinggi badan berhenti, aktifitas fisik lebih banyak berperan meningkatkan massa otot rangka dan massa tulang. Seperti yang sudah dijelaskan pada artikel sebelumnya, aktifitas fisik berupa olahraga jenis tertentu tidak akan mempengaruhi tinggi badan. Sampai saat ini belum ada bukti ilmiah yang mendukung jenis olahraga tertentu dapat mempengaruhi tinggi badan. Penting menjadi catatan bahwa aktifitas fisik tetap menjadi hal yang positif dikarenakan penelitian menunjukkan aktifitas fisik rutin pada usia ini akan meningkatkan kepadatan tulang yang akan menunjang di masa dewasa sampai dengan tua, mengurangi resiko terjadinya osteoporosis dan kejadian patah tulang. Aktifitas fisik dikatakan memiliki efek yang positif selama tidak ada pengeluaran energi yang berlebihan, didukung oleh nutrisi dan kalori yang mencukupi.

 

(*)
Artikel ini ditulis oleh dr. Dananjaya Putramega, SpOT dan bekerja sama dengan Nicolaas Budhiparama, MD., PhD., SpOT(K) dari Nicolaas Institute of Constructive Orthopedic Research & Education Foundation for Arthroplasty & Sports Medicine. www.dokternicolaas.com, instagram : @dokternicolaas

Share to

Artikel lainnya dari prof nicolaas

Peranan Fisioterapis Dalam Dunia Ortopedi

Artikel di bawah membahas mengenai fisioterapi (suatu layanan yang diberikan seorang fisioterapis / dengan kata lain membahas sekilas mengenai suatu cabang ilmu fisioterapi), bukan tentang pemberi layanan fisioterapi (fisioterapis).

Selengkapnya

Osteoartritis dan Asam Urat

Nyeri sendi merupakan salah satu penyakit yang dialami oleh banyak orang dari berbagai populasi usia, khususnya populasi lanjut usia. Ada banyak penyebab nyeri sendi antara lain adalah disebabkan oleh peradangan pada sendi atau disebut juga artritis.

Selengkapnya

Cedera pada Bulutangkis

Badminton atau bulu tangkis adalah olahraga yang sangat popular di Indonesia. Dianggap sebagai olahraga raket tercepat, pemain bulu tangkis membutuhkan stamina aerobik, kelincahan, kekuatan, kecepatan, dan ketepatan, dan koordinasi motorik yang baik.

Selengkapnya