Menjaga Kesehatan Tulang pada Wanita

Kesehatan tulang merupakan bagian vital yang mempengaruhi kesehatan seseorang. Tulang yang sehat dan kuat merupakan modal utama dalam menjalankan kegiatan dan aktivitas sehari-hari, terutama bagi para wanita.



Kesehatan tulang merupakan bagian vital yang mempengaruhi kesehatan seseorang. Tulang yang sehat dan kuat merupakan modal utama dalam menjalankan kegiatan dan aktivitas sehari-hari, terutama bagi para wanita. Sementara pola hidup sendenter atau kurang aktivitas fisik meningkatkan risiko kehilangan massa tulang. Mengapa hal ini penting pada wanita? Kepadatan tulang pada wanita dipengaruhi oleh dua faktor khusus yaitu, hormon estrogen yang paling utama dan masa menopause. Penurunan kadar estrogen dan menopause menyebabkan wanita rentan terkena osteoporosis.

 

Bagaimana peran hormon estrogen dan menopause dalam mempengaruhi kepadatan tulang?

Estrogen adalah hormon yang berperan penting dalam perkembangan dan regulasi sistem reproduksi wanita serta juga mengatur sistem metabolisme dan pertumbuhan struktural tubuh. Dalam perkembangan tulang, estrogen berperan dalam pertumbuhan tinggi saat pubertas, pematangan dan menjaga kepadatan tulang selama hidup, meningkatkan massa otot dan tulang, dan meningkatkan pembentukan kolagen pada jaringan tendon dan ligament. Penurunan kadar estrogen yang dialami oleh wanita saat memasuki usia 40 tahun dapat menyebabkan turunnya kepadatan tulang. Di masa menopause, kadar hormon estrogen dan hormon-hormon lainnya menurun secara tajam dan hal ini dapat berpengaruh pada hilangnya kepadatan tulang dan membuat perempuan lebih rentan osteoporosis. Satu dari 2 wanita di atas 50 tahun memiliki resiko patah tulang akibat osteoporosis. Selain menopause, kondisi-kondisi lain yang mengakibatkan turunnya kadar estrogen, seperti defisiensi hormon estrogen, pengangkatan rahim dan indung telur, hipertiroid, gangguan sistem ginjal-adrenal, dan konsumsi obat tertentu, juga dapat menyebabkan turunnya kepadatan tulang pada usia yang lebih dini.

Selain itu, pada wanita menyusui dan hamil pemenuhan kalsium akan diambil dari tulang sehingga jumlah kalsium yang disimpan dalam tulang menjadi berkurang. Hal ini dapat menyebabkan kerangka tulang menjadi lemah dan risiko terjadinya patah tulang meningkat. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya sejak dini untuk meningkatkan kepadatan tulang dan mengurangi risiko osteoporosis di kemudian hari.

Upaya yang dapat dilakukan antara lain:

  • Cukup asupan Kalsium & Vitamin D

  • Lakukan aktivitas fisik dan olahraga secara teratur

  • Hindari merokok dan konsumsi alkohol

  • Cukupi asupan nutrisi yang bergizi dan seimbang, hindari kafein

  • Tidur dan istirahat yang cukup

  • Berjemur di bawah sinar matahari pagi selama 15-20 menit

  • Lakukan test kepadatan tulang sejak dini saat mulai memasuki masa menopause atau bila memiliki kondisi khusus yang menyebabkan kurangnya kadar estrogen

  • Jika perlu dapat menjalani terapi medis

Upaya pencegahan osteoporosis harus dimulai sejak dini sampai dewasa pd wanita dan pria. Jalani gaya hidup sehat untuk menghindari kondisi ini, menjaga kesehatan tulang dan daya tahan tubuh bagi perempuan hebat yang produktif. Jika ada gejala aneh yang tubuh anda alami, jangan ragu untuk berkonsultasi pada dokter, agar bisa segera ditangani dan tidak berujung pada terjadinya komplikasi.

 

Artikel ini ditulis oleh dr. Hendy Hidayat, SpOT dan bekerja sama dengan Nicolaas Budhiparama, MD., PhD., SpOT(K) dari Nicolaas Institute of Constructive Orthopedic Research & Education Foundation for Arthroplasty & Sports Medicine. www.dokternicolaas.com, instagram : @dokternicolaas

Share to

Artikel lainnya dari prof nicolaas

Peranan Fisioterapis Dalam Dunia Ortopedi

Artikel di bawah membahas mengenai fisioterapi (suatu layanan yang diberikan seorang fisioterapis / dengan kata lain membahas sekilas mengenai suatu cabang ilmu fisioterapi), bukan tentang pemberi layanan fisioterapi (fisioterapis).

Selengkapnya

Osteoartritis dan Asam Urat

Nyeri sendi merupakan salah satu penyakit yang dialami oleh banyak orang dari berbagai populasi usia, khususnya populasi lanjut usia. Ada banyak penyebab nyeri sendi antara lain adalah disebabkan oleh peradangan pada sendi atau disebut juga artritis.

Selengkapnya

Cedera pada Bulutangkis

Badminton atau bulu tangkis adalah olahraga yang sangat popular di Indonesia. Dianggap sebagai olahraga raket tercepat, pemain bulu tangkis membutuhkan stamina aerobik, kelincahan, kekuatan, kecepatan, dan ketepatan, dan koordinasi motorik yang baik.

Selengkapnya