Terapi, satu-satunya pilihan

Angelique Widjaja, akhirnya batal tur ke AS demi pemulihan cedera lutut



Antara pasrah, kecewa, juga lega. Itu perasaan Angelique Widjaja ketika pada rabu (17/3) siang mendengar penjelasan Dokter Nicolaas Budhiparma, sang spesialis bedah tulang, agar ia lebih berkonsentrasi pada pemulihan cedera tendonitis di lutut kirinya.

Konsekuensinya memang tak ringan karena Angie, sapaan akrabnya, kehilangan kesempatan mereguk poin dalam tur ke AS. Bukan cuma tiket pesawat dengan jadwal keberangkatan Jumat (19/3) siang yang harus dibatalkan. Ia juga harus segera melayangkan pemberitahuan pull out dengan alasan cedera (dilampiri surat dokter) supaya terhindar dari ancaman denda WTA.

Toh, mojang bandung tersebut memang tak punya pilihan lain. Kendati sudah menjalani terapi setiap hari selama sepekan lebih, kondisi lututnya tak kunjung membaik. Terbukti, rasa nyeri tetap mengganggu dengan intensitas yang berubah-ubah, kadang muncul, kadang hilang.

Yang aneh, saat ia tengah bersemangat melakukan drilling ataupun sparring di lapangan tenis Hilton Executive Club, Jakarta, rasa sakit bisa menyerang tiba-tiba, persis seperti yang terjadi dalam sesi latihan, Rabu (17/3) pagi. Kalau sudah begini, sangat bisa dimaklumi Angie putus asa dan mentalnya merosot.

Bahkan, sang ayah, Rico Widjaja, yang biasanya ngotot agar Angie terus-menerus berlatih dan selalu kecewa bila putri bungsunya urung tampil, tampak memaklumi keputusan tersebut. "Yah, memang lebih baik tak memaksakan diri ketimbang berangkat dengan hasil tidak maksimal dan cederanya makin parah,” tuturnya kepada BOLA saat menunggu proses fisioterapi yang dijalani Angie di RS Medistra Jakarata, Rabu siang.

 

Angie ke Olimpiade 

Ada beberapa hal yang membuat gadis kelahiran 12 Desember 1984 itu merasa plong. Pertama, dengan kondisi tak seratus persen serta dibayangi kemungkinan tertimpa cedera yang lebih parah, saat ini ia sebetulnya tak yakin bisa memenangkan pertandingan. "Sekarang mentalku sedang jelek. Itu mempengaruhi penampilanku di lapangan,” ungkapnya jujur. Yang kedua, Angie tak perlu terlalu ngotot mengejar poin demi menaikkan peringkat lantaran secara resmi ia sudah terdaftar sebagai satu dari 64 petenis putri yang akan berlaga di Olimpiade Athena, Agustus mendatang.

Kepastian itu didapat setelah pihak KONI Pusat menerima surat resmi dari IOC yang menyebut bahwa Angie termasuk satu dari dua atlet putri penerima tiket Komisi Tripartit (IOC-ANOC-ITF) alias Tripartite Commission Invitation Places.

Seperti diketahui, undian tunggal putra/ putri untuk cabang tenis di Olimpiade Athena hanya 64 pemain, Nah, 48 pemain langsung lolos (direct qualifications) berdasarkan peringkat dunia ITF per 14 Juni 2004. Untuk masuk golongan ini, Angie minimal harus ada di peringkat 50-an dunia sepekan sebelum Wimbledon.

Sebanyak 16 jatah tersisa dibagi atas dua kategori : dua kursi ditentukan oleh Komisi Tripartit, sedangkan 14 tiket lagi dinamakan final qualification places, yang dirumuskan oleh ITF berdasarkan sejumlah pertimbangan (antara lain pertingkat dunia, keterwakilan negara bersangkutan di kancah tenis dunia, jumlah pemain di level dunia, serta faktor geografis).

Kabarnya nama Angie terpilih karena ia termasuk penerima beasiswa Olympic Solidarity dan juga salah satu rising star Asia. Lobi yang dilakukan Ketua Umum PB Pelti, Martina Widjaja, terhadap Presiden ITF, Francesco Ricci Bitti, saat sidang ITF di Doha, Qatar, 12-13 Maret, juga turut memuluskan proses seleksi Komisi Tripartit.

Saat mengetahui bahwa hanya empat atlet (dua putra dan dua putri) dari seluruh dunia yang menerima invitasi tersebut, Indra Kartasasmita, chef de mission kontingen Indonesia ke Anthena, tampak terkejut. "Ini sebuah privilese dan kehormatan tersendiri. Semoga Angie bisa memanfaatkan ini dengan sebaik mungkin," cetusnya.

Ya, mudah-mudahan.

Share to

Artikel lainnya dari prof nicolaas

Sudah Cukupkah Asupan Kalsium Anda Selama Pandemi

Menjaga daya tahan tubuh selama pandemi menjadi tameng agar tidak terular virus Covid-19. Salah satu caranya meningkatkan sistem imun dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan multivitamin.

Selengkapnya

Menderita Skoliosis, Bagaimana Cara Penanganannya

Perlu diketahui, Skolosis merupakan kondisi di mana penderitanya mengalami tulang punggung miring atau bengkok. Lantas, bagaimana penanganannya? Dan apakah kelainan tulang ini bisa dicegah dan diobati?

Selengkapnya

Mengidap Flu Tulang? Ini Cara Mengatasinya

tTahukah kamu kalau ada penyakit flu lainnya, yaitu flu tulang. Flu tersebut merupakan disebabkan oleh sebuah virus. Namun apa itu flu tulang?

Selengkapnya