Cedera pada Olahraga Basket dan Cara Mencegahnya

Basket adalah olahraga yang sangat popular di Indonesia. Olahraga basket menuntut pemain untuk berlari dengan cepat, melompat tinggi, beradu badan untuk mendapatkan posisi rebound yang bagus, serta mengerem dan berbalik dengan cepat untuk menyerang dan be



Basket adalah olahraga yang sangat popular di Indonesia. Olahraga basket menuntut pemain untuk berlari dengan cepat, melompat tinggi, beradu badan untuk mendapatkan posisi rebound yang bagus, serta mengerem dan berbalik dengan cepat untuk menyerang dan bertahan. Hal-hal ini tentu saja dapat membebani tubuh. Ditambah lagi dengan adanya risiko yang timbul dari berbenturan dengan kawan dan lawan saat di lapangan. Jika tidak hati-hati, cedera dapat terjadi saat bermain basket. Cedera apa saja yang sering terjadi pada jenis olahraga ini?

 

1. Muscle Strain & Sprain/Keseleo

Muscle strain adalah cedera yang terjadi akibat tertariknya otot sehingga menyebabkan peradangan bahkan sobeknya serabut otot. Cedera ini dapat terjadi pada otot-otot punggung, lengan, bahu, tungkai, hingga kaki. Sedangkan sprain/keseleo, merupakan peregangan pada ligament yang mendadak akibat terkilir atau aktivitas yang berlebihan.

Cedera ini amat umum di dunia olahraga. Bila pemain mengalami cedera ini, gejalanya bisa berupa bengkak, nyeri, dan kadang disertai memar. Selain itu, cedera ini juga bisa menimbulkan ketidakstabilan pada pergerakan sendi. Cedera ini dapat terjadi akibat overuse pada otot, kurangnya pemanasan, benturan dengan pemain lain, atau salah posisi ketika mendarat atau memutar badan.

Cedera sprain yang tak ditangani dengan tepat bisa saja menimbulkan berbagai komplikasi. Misalnya, menyebabkan nyeri kronis pada pergelangan kaki, artritis sendi pergelangan kaki/lutut, dan ketidakstabilan kronis pada sendi pergelangan kaki/lutut. 

 

2. Cedera Punggung

Gerakan menerjang dan merunduk secara mendadak saat melakukan dribble dapat mengakibatkan cedera pada otot-otot punggung. Hal ini dapat menyebabkan muscle strain pada otot-otot punggung dan herniasi bantalan punggung (HNP). Untuk mengurangi risiko ini, pemain basket harus melakukan pemanasan yang cukup dan melakukan latihan penguatan otot-otot punggung, pinggang dan panggul. 

 

3. Cedera dan Dislokasi Bahu

Dislokasi bahu dalam olahraga basket sering kali disebabkan oleh benturan dengan pemain lain. Benturan yang keras dapat menyebabkan keluarnya bonggol bahu dari sendinya. Benturan juga dapat menyebabkan fraktur pada tulang humerus dan perlu segera ditangani. 

 

4. Cedera Tangan dan Jari

Cedera tangan dan jari dapat terjadi saat menerima bola dalam posisi tangan yang salah. Cedera dapat terjadi pada jari mulai dari sprain ligament jari akibat teregangnya jari hingga dislokasi ruas jari. Fraktur pada tulang-tulang jari juga dapat terjadi meskipun insidens nya lebih jarang.

 

5. Cedera Pinggul dan Paha

Pivoting, berlari, melompat, dan melakukan rebound memberikan tekanan pada kaki dan pinggul. Kadang, ini menyebabkan berbagai macam cedera pada paha dan pinggul. Cedera ini biasa disebabkan oleh strain atau robekan pada otot yang ditandai dengan nyeri mendadak saat melakukan gerakan pada lipatan paha (otot adductor), paha depan (quadriceps), atau paha belakang (hamstring).

 

6. Cedera Lutut

Selain pergelangan kaki, bagian tubuh yang paling sering mengalami cedera saat bermain basket adalah lutut. Cedera ini umum terjadi ketika pemain melompat dan posisi mendarat yang kurang sempurna. Perubahan gerakan mendadak, pivoting, gerakan dan stop mendadak, loncat dan menerjang, mengakibatkan lutut rentan cedera. Lutut yang cedera bisa memunculkan rasa nyeri, memar, bengkak, dan instabilitas. Hal tersebut dapat timbul beberapa menit setelah seseorang mengalami cedera lutut. Adanya retak atau bergesernya tulang lutut hingga robekan ligamen adalah penyebab rasa sakit. Cedera seringkali mengenai ligamen cruciate ataupun meniscus lutut. Cedera lain berupa radang tendon patella ataupun patellofemoral syndrome.

Anterior Cruciate Ligament (ACL) atau disebut juga ligamen lutut anterior adalah jaringan yang menghubungkan tulang paha dengan tulang kering di lutut untuk menjaga kestabilan lutut. Cedera ACL merupakan cedera yg sering terjadi pada pemain basket. Cedera ACL dapat terjadi ketika seseorang melakukan gerakan olahraga yang menimbulkan tekanan pada lutut namun berpotensi menimbulkan ACL bergerak, contohnya bergerak cepat lalu berhenti dengan cara tiba-tiba. Cedera ini menyebabkan robekan parsial bahkan total pada ACL yg akan menimbulkan instabilitas pada lutut.

Meniscus adalah struktur pada lutut yang berfungsi sebagai bantalan untuk menyerap benturan. Cedera meniscus dapat disebabkan oleh benturan dan gesekan berulang akibat gerakan mendarat dan memutar yang tidak sempurna. Cedera ini menimbulkan robekan pada meniscus dan menyebakan nyeri, bengkak, bahkan gerakan lutut yang terkunci.

Radang tendon patella atau jumper's knee adalah cedera yang dialami atlet dalam olahraga yang banyak melibatkan lompatan. Jumper's knee diakibatkan oleh penggunaan lutut berlebihan dari waktu ke waktu sehingga menyebabkan peradangan pada tendon tempurung lutut. Nyeri diakibatkan oleh beban berat pada tendon, misalnya dengan melompat atau mengubah arah dengan cepat. Sekitar 80-95 persen nyeri terletak tepat di bawah tempurung lutut. Cedera ini ditandai dengan rasa sakit yang meningkat perlahan dan kadang muncul tiba-tiba.

Patellofemoral pain syndrome (PFPS) adalah rasa nyeri di bagian bawah atau sekitar tempurung lutut (patella). Hal ini dapat terjadi karena berbagai kondisi seperti, pergeseran tempurung lutut, peradangan jaringan lunak dan synovium lutut, cedera tulang rawan area lutut, cedera ligament patella, dan imbalans otot-otot sekitar lutut. Gangguan pada lutut ini umumnya disebabkan oleh overuse injury, yaitu akibat sering menggunakan sendi patellofemoral untuk menahan beban berlebih secara berulang-ulang. Gejala PFPS yang khas adalah adanya timbulnya rasa nyeri di belakang patella atau sekitar patella. Rasa nyeri ini dapat semakin terasa ketika pengidap berlari atau melakukan aktivitas yang banyak menekuk lutut. Gejala ini dirasakan secara bertahap dan dapat terjadi pada kedua lutut. Meski pada beberapa kasus disebabkan oleh cedera, tapi PFPS juga bisa terjadi akibat kekakuan pada sendi.

 

7. Cedera Betis dan Pergelangan Kaki

Berdasarkan laporan National Athletic Trainers' Association, cedera kaki atau pergelangan kaki adalah cedera yang paling sering terjadi pada saat bermain basket. Cedera dapat terjadi karena berbenturan dengan kawan atau lawan, terinjak oleh lawan saat berlari atau rebound, atau terkilir ketika mendarat setelah melompat. Cedera ini merupakan salah satu yang paling menyakitkan dan paling ditakuti oleh pebasket kasual maupun profesional. Cedera yang sering terjadi adalah kram otot betis, muscle strain betis, ankle sprain/keseleo, fraktur tulang pergelangan kaki, dan ruptur tendon Achilles.

Ankle sprain/keseleo sering terjadi saat berhenti, berbalik, melompat, atau mendarat yang tidak sempurna. Kaki yang berputar ke dalam atau ke luar bisa menyebabkan ligamen di pergelangan kaki robek sebagian atau seluruhnya. Umumnya, gejala berupa nyeri terlokalisasi di ligamen yang cedera dan terkadang mengalami pembengkakan.

Kestabilan pergelangan kaki disokong dua buah struktur tulang, yaitu malleolus lateral dan medial. Maleolus lateral merupakan bagian dari tulang fibula yang melindungi ankle sisi luar, sedangkan malleolus medial merupakan bagian dari tonjolan tulang tibia (tulang kering) yang melindungi ankle sisi dalam. Posisi terkilir, terjatuh, atau mendarat yang tidak sempurna dapat menyebabkan patah pada salah satu atau kedua tulang tersebut. Kondisi ini dapat menyebabkan kekakuan dan instabilitas sendi ankle. Cedera lain yang dapat terjadi akibat posisi melompat dan mendarat tidak sempurna adalah fraktur tulang calcaneus (tumit) dan tulang-tulang telapak kaki. 

Tendon Achilles merupakan tendon paling tebal dan terkuat di tubuh manusia. Tendon ini menjadi sasaran beban yang sangat berat selama berlari dan melompat. Cedera biasa terjadi pada olahraga yang melibatkan banyak lompatan serta perubahan arah yang cepat, seperti tenis, bulutangkis, sepak bola, dan basket. Robekan total pada tendon Achilles dapat menyebabkan nyeri dan bengkak, lalu kaki menjadi lemas dan tidak bisa berjalan jinjit. Pilihan pengobatan paling umum untuk atlet adalah pembedahan. Setelahnya, langkah rehabilitasi dilakukan dengan memakai penyangga (ortosis) dan fisioterapi.

 

Pencegahan

Permainan basket secara fisik menantang dan menuntut ketangkasan ekstremitas bawah yang kompleks dengan ketahanan postur tubuh yang prima. Oleh karena itu penting untuk melakukan pencegahan agar mengurangi risiko cedera. Pencegahan yang dapat dilakukan adalah: 

  • Melakukan pemanasan yang benar dan cukup. Pemanasan dapat melemaskan dan mengkondisikan otot-otot agar dapat beradaptasi dengan intensitas permainan. Kegagalan untuk menghangatkan dan meregangkan badan sebelum berolahraga dapat menyebabkan otot tertarik. Pemanasan dan peregangan tidak hanya membantu mencegah tarikan otot, tetapi juga akan membantu meningkatkan kinerja saat bermain. 

  • Penggunaan sepatu basket yang sesuai ukuran. Sepatu basket didesain untuk mencegah terpeleset di lapangan, plus memberikan support ankle yang dibutuhkan untuk berlari dan melompat.  

  • Jaga kebugaran fisik. Pastikan Anda memiliki kondisi fisik yang baik pada awal memulai bermain basket. Latihan fisik secara teratur dapat menjaga fleksibilitas dan performa otot. 

  • Hindari menambah intensitas permainan secara berlebihan dan tiba-tiba. Bila sudah lama tidak bermain, sebaiknya mulai secara bertahap dari intensitas ringan dan sedang. Langsung bermain pada intensitas berat meningkatkan risiko cedera.

  • Menjaga hidrasi. Sedikit dehidrasi dapat mempengaruhi performa seorang atlet. Tanpa cairan yang cukup, tubuh tidak dapat mendinginkan suhu melalui keringat dan evaporasi. Rekomendasi umum adalah 700 mL minuman tanpa kafein, 2 jam sebelum berolahraga. Minuman olahraga yang dikonsumsi sebelum berlatih juga bermanfaat. Di waktu istirahat, minum sekitar 250 mL air setiap 20 menit.

  • Fokus pada teknik. Bermain sesuai posisi dan memperhatikan posisi pemain lain untuk menghindari benturan. Jangan menahan, mendorong, atau menginjak pemain lain. Gunakan teknik melempar bola dengan benar.

  • Menggunakan perlengkapan yang sesuai. Gunakan sepatu untuk bermain basket. Gunakan penyokong pergelangan kaki untuk mengurangi kaki terkilir. Gunakan pelindung lutut dan siku, dan pelindung gigi dan mulut bila perlu. Bila Anda memerlukan kacamata, gunakan kacamata khusus olahraga. Jangan menggunakan perhiasan ketika berlatih atau bermain.

  • Pastikan lingkungan aman. Bila bermain di luar ruangan, pastikan tidak ada batu-batuan, lubang, atau benda berbahaya di lapangan. Hindari bermain di cuaca ekstrim. Lapangan indoor harus bersih, bebas dari benda-benda, dan memiliki traksi yang baik. Ring dan garis lapangan sebaiknya tidak terlalu dekat dengan dinding atau struktur lainnya. Tiang ring basket harus dilapisi dengan busa. Pencahayaan baik bermain di luar maupun di dalam ruangan juga harus baik dan lapangan tempat bermain harus kering.

 

*Artikel ini ditulis oleh dr. Hendy Hidayat, SpOT dan bekerja sama dengan Nicolaas Budhiparama, MD., PhD., SpOT(K) dari Nicolaas Institute of Constructive Orthopedic Research & Education Foundation for Arthroplasty & Sports Medicine. www.dokternicolaas.com, instagram : @dokternicolaas

Share to

Artikel lainnya dari prof nicolaas

Manfaat Barefoot untuk Anak

Ketika anak mulai bisa berjalan, yaitu sekitar usia satu tahun, salah satu hal yang seringkali dipikirkan orang tua adalah memilih berbagai sepatu yang menggemaskan. Hanya saja, ketika kondisi lingkungan mendukung, ternyata ada baiknya anak diberi kesempa

Selengkapnya

Manfaat Renang untuk Kesehatan Tulang

Renang merupakan salah satu olahraga yang cukup populer dan diminati oleh masyarakat, terlebih manfaat olahraga renang juga cukup banyak bagi kesehatan tubuh dan mental. Renang juga termasuk olahraga air yang menyegarkan, sehingga sangat cocok dilakukan d

Selengkapnya

Tips Aman Saat Angkat Beban

Angkat beban atau weightlifting adalah latihan fisik yang populer untuk meningkatkan kekuatan dan massa otot. Meskipun manfaatnya sangat berharga, perlu diingat bahwa angkat beban juga dapat menyebabkan cedera jika tidak dilakukan dengan benar.

Selengkapnya