Gula dan Kesehatan Tulang

Saat ini menjadi trend bahwa minuman kemasan dengan kadar gula tinggi berdampak buruk terhadap tubuh kita. Kenyataan ini tidak dapat dipungkiri karena tingginya kadar gula pada makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari berhubungan langsung dengan



Saat ini menjadi trend bahwa minuman kemasan dengan kadar gula tinggi berdampak buruk terhadap tubuh kita. Kenyataan ini tidak dapat dipungkiri karena tingginya kadar gula pada makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari berhubungan langsung dengan meningkatnya berat tubuh dan berakibat dengan meningkatnya resiko penyakit jantung, diabetes melitus dan kanker.

Jika makanan yang kita makan merupakan yang kita olah sendiri tentu jumlah gula yang kita pakai bisa kita atur sesuai selera dan kewaspadaan kita. Namun yang tidak kita sadari adalah tingginya tambahan gula pada makanan yang siap santap yang kita beli sehari-hari. Sumber utama gula tambahan terbanyak adalah minuman ringan / softdrink, minuman rasa buah, minuman olahraga, kopi, teh, dan susu dengan tambahan gula, minuman berenergi, dan minuman pengganti elektrolit serta yogurt berperasa, sereal, kue, permen, dan sebagian besar makanan olahan. Tetapi tambahan gula juga ada pada makanan yang mungkin kita tidak anggap manis, seperti sup, roti, daging yang diawetkan, dan saus tomat atau makananan minuman yang berlabel rendah gula yang nyatanya tetap mengandung sejumlah gula.

Penelitian menunjukkan dalam studi 15 tahun, orang yang mendapat 17% sampai 21% kalori dari tambahan gula memiliki risiko kematian akibat penyakit jantung 38% lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi 8% kalori mereka sebagai tambahan gula. Tambahan gula, asam fosfat, kafein, dan keasaman pada makanan dan minuman juga dapat memengaruhi metabolisme tulang dengan mengganggu penyerapan kalsium dan keseimbangannya dalam tubuh dan meningkatkan keluarnya kalsium melalui urin. Kecenderungan lain adalah dengan meningkatnya konsumsi minuman dengan tambahan gula ini akan menurunkan minat kita untuk mengkonsumsi susu dan menurunkan kualitas diet sehari-hari, misalnya asupan makanan cepat saji yang berlebihan dan konsumsi sayuran yang rendah, yang akibatnya dapat mempengaruhi asupan mikronutrien dan kalsium yang menjadi sumber penting untuk kesehatan tulang. Hal ini tentunya akan berdampak jangka panjang terhadap kesehatan tulang kita. 

Mekanisme penurunan kalsium pada tubuh akibat meningkatnya konsumsi gula terjadi melalui beberapa cara : 1) meningkatkan keluarnya kalsium dari urin, 2) menurunkan penyerapan kalsium di dalam usus, 3) meningkatkan aktivitas sel yang merombak tulang dan menurunkan aktivitas sel yang berfungsi membangun tulang dan 4) menurunkan aktivasi vitamin D di dalam tubuh.

Wanita dengan massa tulang yang lebih rendah dibandingkan pria menjadi lebih rentan terhadap tingginya asupan gula tambahan ini. Penelitian menunjukkan meningkatnya resiko osteoporosis pada wanita seiring dengan meningkatnya asupan gula tambahan. Begitu pula dengan anak-anak dan remaja dengan konsumsi gula tambahan akan berdampak buruk pada kesehatan tulang akibat rendahnya konsumsi kalsium, susu, atau protein, yang berperan penting dalam kesehatan tulang. Kebiasaan makan ini mungkin mempersulit untuk memperoleh massa tulang yang memadai atau mencapai puncak massa tulang, sehingga meningkatkan risiko osteoporosis pada usia lanjut dan meningkatkan risiko patah tulang pada anak-anak.

Rekomendasi dari American Heart Association adalah pria sebaiknya mengonsumsi tidak lebih dari 9 sendok teh (36 gram atau 150 kalori) gula tambahan per hari. Untuk wanita, jumlahnya lebih rendah: 6 sendok teh (25 gram atau 100 kalori) per hari. Sebagai perbandingan bahwa satu kaleng minuman bersoda bisa mengandung sampai dengan 8 sendok teh (32 gram) gula tambahan. Ingat bahaya tingginya asupan gula, mari kita jaga kesehatan tubuh dan tulang kita.

 

*Artikel ini ditulis oleh dr. Dananjaya Putramega, SpOT dan bekerja sama dengan Nicolaas Budhiparama, MD., PhD., SpOT(K) dari Nicolaas Institute of Constructive Orthopedic Research & Education Foundation for Arthroplasty & Sports Medicine. www.dokternicolaas.com, instagram : @dokternicolaas

Share to

Artikel lainnya dari prof nicolaas

Ayo Belajar Tentang Magnesium

Magnesium merupakan mineral yang banyak tersedia di dalam tubuh dan 50% hingga 60%-nya tersimpan di dalam tulang pada usia dewasa.1 Magnesium secara alami terdapat di berbagai jenis makanan dan juga tersedia dalam bentuk suplemen serta terkandung juga di

Selengkapnya

Carpal Tunnel Syndrome

Apakah Anda pernah mengalami kesemutan atau nyeri pada pergelangan tangan yang menjalar hingga ke jari-jari? Jika ya, maka mungkin Anda pernah mengalami gejala dari carpal tunnel syndrome (CTS). CTS banyak dialami oleh ibu-ibu rumah tangga, pekerja kantor

Selengkapnya