Osteomielitis: Infeksi Tulang yang Perlu Diwaspadai

Osteomielitis adalah infeksi tulang serius yang perlu dideteksi dan ditangani dini untuk mencegah kerusakan tulang dan komplikasi.



Pada artikel ini kita akan membahas informasi lengkap tentang osteomielitis untuk membantu masyarakat memahami penyakit ini, mengenali gejalanya, dan mengetahui pentingnya pengobatan yang tepat. Pemahaman yang baik tentang osteomielitis sangat penting karena deteksi dini dan pengobatan yang tepat dapat mencegah komplikasi serius seperti kerusakan tulang permanen dan penyebaran infeksi.

Osteomielitis berasal dari bahasa Yunani yaitu osteon yang bermakna tulang, myelos yang bermakna sumsum tulang dan itis yaitu peradangan. Secara harafiah osteomielitis adalah peradangan pada tulang dan sumsum tulang. Namun dalam penggunaannya, istilah osteomielitis mengacu pada kondisi infeksi pada tulang dan sumsum tulang. 

Osteomielitis dapat menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, meskipun pola penyakitnya berbeda pada kelompok usia yang berbeda. Pada anak-anak, infeksi sering terjadi melalui aliran darah (hematogen), sedangkan pada orang dewasa, infeksi lebih sering terjadi akibat trauma, riwayat operasi, atau penyebaran dari jaringan di sekitarnya.

 

Memahami osteomielitis sangat penting karena beberapa alasan:

Deteksi dini menyelamatkan tulang: Diagnosis dan pengobatan yang cepat dapat mencegah kerusakan tulang permanen,

Pengobatan yang tidak mudah: Infeksi tulang sulit diobati dan sering memerlukan kombinasi antibiotik jangka panjang dan tindakan bedah berulang

Risiko kekambuhan dan resistensi antibiotik: Osteomielitis memiliki kecenderungan untuk kambuh dan pada kasus yang sulit banyak pasien terinfeksi bakteri yang resisten terhadap pengobatan berbagai macam antibiotik.

 

Osteomielitis paling sering disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Mikroorganisme penyebab lainnya meliputi : Staphylococcus epidermidis, Streptococcus species lain termasuk S. pyogenes, S. pneumoniae, S. agalactiae, Pseudomonas aeruginosa, Enterobacteriaceae, Jamur seperti Aspergillus dan Candida (pada pasien dengan sistem kekebalan lemah), atau Mikobakteri (termasuk tuberkulosis).

Penyebaran Bakteri Penyebab Osteomielitis

Bakteri yang menyebabkan osteomielitis dapat mencapai tulang melalui tiga jalur utama, yaitu :

1. Penyebaran Hematogen (Melalui Aliran Darah)

Ini adalah jalur paling umum pada anak-anak. Bakteri dari fokus infeksi di tempat lain dalam tubuh (seperti infeksi kulit, saluran pernapasan, atau saluran kemih) masuk ke aliran darah dan menyebar ke tulang. Pada anak-anak, bakteri cenderung menetap di area pertumbuhan tulang (metafisis-berdekatan dengan sendi) yang memiliki aliran darah lambat.

2. Penyebaran Langsung (Inokulasi Langsung)

Ini lebih sering terjadi pada orang dewasa,. Bakteri masuk langsung ke tulang melalui luka terbuka atau patah tulang terbuka, riwayat tindakan bedah ortopedi seperti pemasangan implan atau prostesis.

3. Penyebaran dari Jaringan Sekitar (Kontiguitas)

Infeksi menyebar dari jaringan lunak di sekitar tulang, seperti ulkus kaki diabetik atau pada luka tekan atau ulkus dekubitus

 

Faktor Resiko Osteomielitis

Penting untuk diketahui bahwa pada kondisi tertentu, resiko seseorang terkena osteomielitis dapat meningkat. Sebagai contoh pada kondisi gangguan sistemik seperti pasien diabetes mellitus, pasien dengan penyakit pembuluh darah perifer, pasien dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah (HIV/AIDS, penggunaan obat imunosupresan, kemoterapi), kondisi malnutrisi atau pada pasien dengan alkoholisme dan merokok. Selain itu faktor lokal juga dapat meningkatkan resiko, seperti riwayat trauma atau patah tulang, adanya benda asing atau implan dalam tubuh, penggunaan kateter intravena jangka panjang atau penyalahgunaan obat intravena.

 

Gejala Osteomielitis

Gejala osteomielitis sangat bervariasi dan memahami gejala-gejala ini penting untuk deteksi dini.

Gejala Lokal:

• Nyeri tulang yang hebat dan terlokalisasi

• Pembengkakan dan hangat saat disentuh di area yang terinfeksi

• Kemerahan (eritema) pada kulit di atas tulang yang terinfeksi

• Keterbatasan gerakan pada anggota tubuh yang terkena

• Drainase atau keluarnya nanah dari luka disertai luka yang tidak sembuh-sembuh atau sembuh sangat lambat

• Khusus pada anak-anak: keengganan untuk menggunakan atau menggerakkan anggota tubuh yang terkena

 

Gejala Sistemik:

• Demam tinggi bisa disertai menggigil

• Malaise (perasaan tidak enak badan/lemas)

• Kehilangan nafsu makan

• Keringat malam

• Khusus pada anak-anak: mudah tersinggung, lesu, dan rewel,

Penting untuk dicatat bahwa pada anak-anak, sekitar 40-60% kasus menunjukkan demam, sementara sisanya mungkin hanya menunjukkan gejala lokal. Pada orang dewasa, gejala bisa lebih samar dengan nyeri yang tidak spesifik dan demam ringan.

 

Kerusakan Tulang Progresif

Jika tidak diobati, infeksi pada osteomielitis dapat menyebabkan kerusakan tulang yang progresif. Kerusakan ini bertahap, melalui pembentukan sekuestrum atau fragmen tulang mati yang terpisah dari tulang hidup di sekitarnya. Sekuestrum ini menjadi masalah karena tidak dapat dijangkau oleh antibiotik (tidak ada aliran darah), menjadi tempat persembunyian bakteri dan harus diangkat melalui pembedahan.

Sebagai respons terhadap infeksi, tubuh mencoba membentuk tulang baru di sekitar area yang terinfeksi, yang disebut involukrum. Selain itu pembentukan abses atau nanah dapat terkumpul di dalam atau di sekitar tulang dan dapat menyebar ke jaringan lunak sekitar, membentuk saluran sinus ke permukaan kulit dan menyebabkan kerusakan lebih lanjut.
 

Pemeriksaan Pada Osteomielitis

Selain pemeriksaan riwayat lengkap penyakit dan pemeriksaan fisik, biasanya dokter ortopedi akan melakukan pemeriksaan laboratorium dan radiologi. Pemeriksaannya antara lain cek darah lengkap dan marker penanda infeksi seperti Laju Endap Darah (LED/ESR), C-Reactive Protein (CRP) dan Procalcitonin. Jika didapati tanda infeksi yang khas, pemeriksaan tambahan bisa berupa Kultur Darah atau kultur pada jaringan infeksius di sekitar luka. Pemeriksaan kultur jaringan ini adalah Standar Emas untuk Diagnosis karena dapat memberikan identifikasi pasti bakteri penyebab dan memungkinkan uji sensitivitas antibiotik untuk terapi yang sesuai.

Radiografi Konvensional (Rontgen) juga penting dilakukan untuk mengetahui kondisi tulang. Sebagai tambahan pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI) juga bisa dilakukan untuk mendeteksi infeksi dini sebelum perubahan terlihat pada rontgen, dapat menunjukkan luas infeksi dan berguna untuk perencanaan tindakan bedah.

Pengobatan dan Tata Laksana

Pengobatan osteomielitis memerlukan pendekatan multidisiplin yang menggabungkan terapi antibiotik, tindakan bedah, dan manajemen faktor risiko. Tujuan pengobatan adalah mengeradikasi infeksi, mencegah kekambuhan, dan mempertahankan fungsi tulang. Prinsip umumnya adalah identifikasi bakteri penyebab, pemberian antibiotik yang adekuat, debridemen / tindakan bedah untuk membersihkan area infeksius dan jaringan mati, stabilisasi tulang jika ada ketidakstabilan atau patah tulang, manajemen faktor risiko seperti kontrol diabetes, perbaikan nutrisi, berhenti merokok serta rekonstruksi tulang atau jaringan lunak jika diperlukan. 

Perlu menjadi catatan, biasanya dokter ortopedi akan memberikan informasi bahwa tingkat kekambuhan dan kebutuhan untuk operasi ulang pada kasus osteomielitis cukup tinggi, sehingga biasanya akan membutuhkan operasi lebih dari 1 tahap dan menggunakan pengobatan antibiotik jangka panjang.

Pemantauan dan Follow-up

Pemantauan jangka panjang sangat penting karena risiko kekambuhan. Biasanya selama pengobatan akan dilakukan evaluasi kondisi klinis secara terus menerus, pemantauan marker infeksi (CRP, LED), penilaian respons terhadap terapi dan deteksi efek samping antibiotik.

Setelah pengobatan pasien akan tetap dilakukan follow-up jangka panjang (minimal 12 bulan), pemantauan tanda-tanda kekambuhan, evaluasi rontgen berkala jika diperlukan dan edukasi pasien tentang tanda-tanda kekambuhan. 

Poin-Poin Penting

  1. Dapat terjadi pada siapa saja, tetapi lebih berisiko pada orang dengan diabetes, gangguan kekebalan tubuh, atau riwayat trauma tulang. 

  2. Gejala yang Perlu Diwaspadai: Nyeri tulang hebat, demam, pembengkakan, kemerahan, dan hangat pada area yang terinfeksi, drainase nanah / saluran sinus, luka yang tidak sembuh, dan kekambuhan berulang

  3. Biopsi jaringan infeksius adalah standar emas untuk konfirmasi diagnosis dan identifikasi bakteri

  4. Pengobatan memerlukan antibiotik jangka panjang

  5. Sering memerlukan pembedahan untuk mengangkat jaringan mati dan tulang yang terinfeksi

  6. Manajemen faktor risiko (kontrol diabetes, berhenti merokok) sangat penting,

  7. Osteomielitis dapat mengakibatkan kerusakan tulang permanen, deformitas, fraktur patologis, sepsis, dan dalam kasus berat sampai dengan dilakukan amputasi

  8. Risiko kekambuhan tinggi, terutama pada osteomielitis kronis

 

Catatan Penting: Artikel ini dimaksudkan untuk tujuan edukasi dan tidak menggantikan konsultasi medis profesional. Selalu konsultasikan dengan dokter atau profesional kesehatan yang berkualifikasi untuk diagnosis dan pengobatan kondisi medis apa pun.

 

Daftar Referensi

  1. Schmitt, S. K. (2017). Osteomyelitis. Infectious Disease Clinics of North America, 31(2), 325-338. doi:10.1016/j.idc.2017.01.010

  2. Walter, G., Kemmerer, M., Kappler, C., & Hoffmann, R. (2012). Treatment algorithms for chronic osteomyelitis. Deutsches Arzteblatt International. doi:10.3238/arztebl.2012.0257

  3. Kolinsky, D. C., & Liang, S. Y. (2018). Musculoskeletal infections in the emergency department. Emergency Medicine Clinics of North America, 36(4), 751-766. doi:10.1016/j.emc.2018.06.006

  4. Townsend, O., & Koc, T. (2023). Diagnosis and management of lower limb osteomyelitis. Surgery (Oxford), 41(4), 248-254. doi:10.1016/j.mpsur.2023.02.017

  5. Calhoun, J. H., Manring, M. M., & Shirtliff, M. (2009). Osteomyelitis of the long bones. Seminars in Plastic Surgery, 23(2), 59-72. doi:10.1055/s-0029-1214158

 

Artikel ini ditulis oleh dr. Dananjaya Putramega, SpOT. dan bekerja sama dengan Nicolaas Budhiparama, MD., PhD., SpOT(K) dari Nicolaas Institute of Constructive Orthopedic Research & Education Foundation for Arthroplasty & Sports Medicine.

 

www.dokternicolaas.com

 

instagram: @dokternicolaas

Share to

Artikel lainnya dari prof nicolaas

Memahami Osteopenia: Tanda Peringatan Dini Sebelum Osteoporosis

Osteopenia adalah penurunan kepadatan tulang sebelum osteoporosis. Deteksi dini dan gaya hidup sehat dapat mencegah tulang makin rapuh.

Selengkapnya

Olahraga Pilates dan Yoga untuk Penderita Skoliosis

Skoliosis adalah kelengkungan tulang belakang yang dapat menyebabkan perubahan postur dan nyeri. Pilates dan yoga dapat membantu meningkatkan fungsi tubuh serta mengurangi gejala.

Selengkapnya