Mengenal Tugas Dokter Ortopedi, Spesialis Pengobatan Tulang dan Sendi

Dokter ortopedi adalah dokter menangani cedera dan penyakit pada sistem muskuloskeletal tubuh, antara lain tulang, sendi, tendon, otot, pembuluh darah, dan saraf. Cedera ini umumnya terjadi karena olahraga, kecelakaan, ataupun penyakit tertentu.



Liputan6.com, Jakarta Dokter ortopedi adalah dokter menangani cedera dan penyakit pada sistem muskuloskeletal tubuh, antara lain tulang, sendi, tendon, otot, pembuluh darah, dan saraf. Cedera ini umumnya terjadi karena olahraga, kecelakaan, ataupun penyakit tertentu. Jadi dokter ortopedi tidak hanya menangani patah tulang saja, tetapi seluruh anggota gerak tubuh. Kamu perlu mengenal tentang dokter ortopedi agar tidak salah mengambil tindakan terkait kesehatan anggota gerak tubuh, khususnya tulang dan persendian.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (15/5/2020) tentang dokter ortopedi sebagai spesialis penanganan masalah anggota gerak tubuh.

Dokter Spesialis Ortopedi

Ortopedi adalah cabang ilmu kedokteran yang mengobati dan mencegah berbagai penyakit atau gangguan pada sistem muskuloskeletal, yaitu sistem pergerakan tubuh yang melibatkan fungsi tulang, persendian, ligamen, otot, pembuluh darah, saraf, tendon, serta tulang belakang.

“Salah satu kasus yang mungkin cukup sering ditangani dokter ortopedi adalah cedera pada atlet. Seperti yang kita tahu, atlet rawan terkena cedera akibat aktivitas olahraga yang dijalaninya. Di sinilah salah satu peran dokter spesialis ortopedi,” ujar Nicolaas Budhiparama MD., PhD., SpOT (K). Di samping itu, seorang dokter ortopedi juga menangani pasien dari segala usia, mulai dari bayi hingga orang lanjut usia (lansia).

Gangguan Kesehatan yang Ditangani Dokter Spesialis Ortopedi

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, dokter ortopedi menangani gangguan sistem muskuloskeletal, antara lain:

       ●      Gangguan pada tulang, antara lain infeksi, fraktur (patah tulang), osteoporosis, tumor, dan kelainan bentuk tulang.

  • Gangguan pada persendian, seperti nyeri sendi, pembengkakan sendi, radang sendi, cedera meniscus, robekan ligamen, bursitis, ataupun dislokasi sendi (cerai sendi), tendinitis, yang bisa terjadi baik di lutut, bahu, atau sendi lainnya.
  • Gangguan pada tulang belakang, seperti nyeri punggung, skoliosis, cedera dan patah tulang belakang. tumor atau infeksi tulang belakang.
  • Gangguan pada kaki dan pergelangan kaki.
  • Jepitan saraf baik pada tulang belakang atau tempat lainnya seperti pergelangan tangan (carpal tunnel syndrome, siku, atau pada anggota gerak lainnya.
  • Penyakit yang mengenai otot atau jaringan lunak, meliputi atrofi, cedera otot dan jaringan lunak, infeksi jaringan lunak, hingga tumor atau kanker jaringan lunak.

       ●  Penyakit degenerative atau penuaan yang biasanya terjadi di sendi, baik itu sendi besar (seperti lutut, pinggul, bahu) ataupun sendi kecil (seperti tulang belakang, jari-jari kaki dan tangan, dan sendi lainnya). Dengan mengenal berbagai masalah yang dapat ditangani dokter ortopedi tersebut, kamu tentunya tidak perlu bingung lagi dalam penanganan masalah pada anggota gerak tubuh.

Waktu yang Tepat untuk Konsultasi ke Dokter Spesialis Ortopedi

Mengenali gejala penyakit dan waktu yang tepat untuk berkonsultasi ke dokter spesialis ortopedi sangatlah penting. Bagaimana tidak, masalah pada tulang dan sendi, ataupun anggota gerak tubuh lainnya perlu segera ditangani. Kamu sangat disarankan untuk melakukan konsultasi jika mengalami masalah pada sistem muskuloskeletal, meliputi otot, tendon, saraf, tulang, sendi, dan ligamen.

Berikut beberapa gejala yang menandakan kamu perlu melakukan konsultasi ke dokter spesialis ortopedi:

       ●      Mengalami nyeri otot, sendi, atau tulang yang menetap dan tidak membaik setelah beberapa hari.

  • Patah tulang
  • Pembengkakan sendi, otot, atau jaringan lunak yang disertai nyeri, dan panas ketika disentuh.
  • Mengalami cedera fisik yang menimbulkan nyeri, kesulitan bergerak, atau luka terbuka disertai patah tulang.
  • Kaku otot, sendi, atau tulang.
  • Kesemutan atau mati rasa pada bagian tubuh tertentu.
  • Perubahan bentuk sendi dan tulang yang mengakibatkan kesulitan beraktivitas sehari-hari.

       ●  Bentuk lutut yg mirip dgn huruf O atau X

Persiapan Sebelum ke Dokter Spesialis Ortopedi

Jika kamu ingin melakukan konsultasi dengan dokter spesialis ortopedi, kamu perlu memperhatikan beberapa hal penting. Berikan keterangan atau informasi yang tepat agar dokter dapat memberikan diagnosis dan pengobatan yang tepat pula. Selain itu, memilih dokter yang terpercaya juga penting dalam pengobatan. Perhatikanlah beberapa hal penting berikut ini.

“Pertama, sebaiknya kamu mencatat keluhan apa saja yang kamu alami. Ingat kembali aktivitas apa saja yang kamu lakukan sebelumnya, terutama yang menyebabkan cedera. Kumpulkan riwayat medis yang lengkap, termasuk riwayat pengobatan atau riwayat penyakit tertentu. Hal ini sangat berguna bagi dokter untuk mendiagnosis penyakit apa yang sebenarnya kamu sedang alami,” papar dr. Imelda, SpOT.

Kemudian, kamu disarankan juga untuk meminta rekomendasi dari orang yang kamu percaya atau dari dokter umum dalam memilih dokter ortopedi. Cara lain jika kamu masih belum yakin adalah dengan membaca ulasan dari blog atau internet, setidaknya kamu bisa melihat portofolio dokter tersebut.

Cari tahu terlebih dahulu, bagaimana pengalaman dan penilaian dari beberapa pasien yang pernah ditangani oleh dokter yang akan dipilih. Ini akan jadi langkah cermat dalam memilih dokter ortopedi terbaik.

Pengobatan yang Dilakukan Oleh Dokter Spesialis Ortopedi

Dokter ortopedi tentu sudah terlatih untuk melakukan berbagai tindakan medis baik yang membutuhkan tindakan operasi ataupun tidak.

Pada masa pengobatan, dokter ortopedi akan melakukan pemeriksaan fisik terlebih dahulu disertai dengan tes penunjang untuk memastikan diagnosis. Pemeriksaan tambahan lain yang mungkin diperlukan antara lain tes darah, analisis cairan sendi, arthrogram, pemindaian tulang (bone scan), rontgen (foto polos), CT scan, USG dan juga MRI. Bahkan, di RS Medistra sekarang sudah tersedia yang tercanggih dimana dapat dilakukan MRI dinamik yaitu posisi berdiri dan terbuka. Hal ini akan sangat membantu bagi pasien yang menderita claustrophobia (takut akan ruangan tertutup).

Setelah itu, dokter ortopedi akan melanjutkan pengobatan yang dengan diagnosis dan kondisi pasien. Tindakan non bedah yang dilakukan dokter ortopedi, seperti pemberian obat-obatan, menentukan anjuran olahraga, pemasangan gips, serta merujuk ke bagian fisioterapi.

Jika terdapat indikasi, maka dokter ortopedi akan melakukan tindakan operasi atau bedah, seperti:

       ●  Arthoroskopi, yaitu prosedur yang menggunakan kamera dan peralatan khusus yang dimasukkan ke dalam sendi. Prosedur ini perlu dilakukan untuk mendiagnosis dan mengobati masalah seputar persendian.

  • Fiksasi internal, yaitu prosedur untuk memperbaiki patah tulang pada posisi yang tepat dengan menggunakan pelat logam, pin, atau sekrup, saat tulang sedang disembuhkan.
  • Pengapuran sendi, yaitu proses pengkapuran sendi dengan memakai pelat yang dibantu dengan pencangkokan tulang
  • Penggantian sendi (parsial, total, atau revisi), yaitu prosedur penggantian sendi yang rusak dengan sendi buatan yang disebut prostesis.
  • Tindakan operasi juga dibutuhkan untuk memperbaiki jaringan lunak, misalnya tendon atau ligamen yang robek, atau pembuluh darah dan saraf.
  • Osteotomi, yaitu mengoreksi kelainan bentuk tulang.
  • Amputasi ataupun replantasi (penyambungan anggota gerak)
  • Rekonstruksi, baik itu ligamen, tulang, ataupun otot.
  • Operasi tulang belakang, meliputi diskektomi, foraminotomi, laminektomi, vertebro / kyphoplasty, meluruskan tulang belakang yang bengkok (scoliosis) dan penyatuan tulang belakang.
  • Prosedur perbaikan atau peremajaan tulang rawan.

Share to

Artikel lainnya dari prof nicolaas

Anterior Cruciate Ligament

Anterior Cruciate Ligament adalah salah satu ligamen pada sendi lutut yang berfungsi menjaga stabilitas sendi lutut dengan mencegah pergerakan ke depan tulang kering terhadap tulang paha dan juga membantu stabilitas rotasional sendi lutut.

Selengkapnya

Mengoptimalkan Kepadatan Tulang

Tulang tumbuh dan menguat sampai usia dewasa, dan kemudian mulai secara bertahap kehilangan massa

Selengkapnya

Nyeri Lutut

Beberapa patologi dapat menyebabkan nyeri lutut setelah berlari atau jogging. Pada dasarnya setiap latihan yang melibatkan membungkukkan tubuh dan melenturkan lutut secara berulang-ulang dapat menyebabkan iritasi dan rasa sakit.

Selengkapnya