Anterior Cruciate Ligament

Anterior Cruciate Ligament adalah salah satu ligamen pada sendi lutut yang berfungsi menjaga stabilitas sendi lutut dengan mencegah pergerakan ke depan tulang kering terhadap tulang paha dan juga membantu stabilitas rotasional sendi lutut.



Ditulis oleh dr. Dananjaya Putramega, Sp.OT
Nicolaas Institute of Constructive Orthopaedic Research & Education Foundation for Arthroplasty & Sports Medicine

 

Anterior Cruciate Ligament adalah salah satu ligamen pada sendi lutut yang berfungsi menjaga stabilitas sendi lutut dengan mencegah pergerakan ke depan tulang tibia (tulang kering) terhadap tulang femur (tulang paha) dan juga membantu stabilitas rotasional sendi lutut.

Cedera ACL merupakan cedera yang paling sering terjadi pada sendi lutut (± 50% dari keseluruhan cedera pada sendi lutut). Cedera ACL sering terjadi pada olahraga basket, sepakbola dan ski. Mayoritas cedera ACL terjadi dengan mekanisme trauma non-kontak, dengan gaya rotasional (pivoting) pada posisi lutut hampir lurus. Sebagai contoh adalah saat mendarat pada posisi yang salah, berhenti berlari tiba-tiba atau berubah arah saat berlari. Namun tidak menutup kemungkinan cedera ini juga terjadi pada Trauma langsung, dimana arah gaya biasanya datang dari sisi luar lutut, biasanya arah gaya datang dari sisi luar lutut.

Adapun tanda-tanda jika mengalami cedera ACL yaitu:

  1. Dengan mekanisme trauma yang khas, cedera ACL biasa nya disertai dengan bunyi “pop / crack”
  2. Bengkak dikarenakan perdarahan di dalam lutut 
  3. Nyeri

 

Pada cedera ACL yang tidak didiagnosis dan ditangani dengan baik, saat kembali beraktivitas akan timbul instabilitas pada saat berjalan dan berkurangnya lingkup gerak sendi lutut. Pemeriksaan stabilitas lutut oleh dokter Orthopaedi perlu dilakukan secara langsung untuk membantu diagnosa cedera ACL. Pemeriksaan tambahan seperti MRI akan sangat membantu menegakkan diagnosa cedera ACL.

 

Jenis-jenis penanganan cedera ACL tergantung pada beberapa hal :

  1. Tingkat aktivitas pasien
  2. Usia
  3. Cedera penyerta

 

Jika pasien dengan tingkat aktivitas yang rendah, usia tua, maka dokter orthopaedi biasanya akan Menyarankan penanganan non-operatif dengan terapi fisik dan penggunaan bracingenanganan non-operatif.

 

Cedera ACL biasanya disertai dengan cedera pada struktur lain pada sendi lutut, seperti bantalan sendi lutut (meniskus) sisi luar, ligamen kolateral dalam (sisi medial), dan cedera posterolateral corner (PLC). Pada kondisi cedera ACL murni (isolated ACL injury), jika tidak ditangani dengan baik dapat meningkatkan resiko kerusakan pada meniskus dan tulang rawan sendi lutut, dan mengakibatkan osteoartritis lutut terjadi lebih awal pada usia yang lebih muda

 

Teknik terbaik untuk operasi pada cedera ACL adalah dengan minimal invasif menggunakan teknik artroskopi. Dokter akan melakukan 2 sayatan kecil untuk memasukkan instrumen operasi dan sayatan kecil lain untuk mengambil tendon di sekitar sendi lutut sebagai pengganti ACL yang sudah putus (rekonstruksi ACL). 

 

Faktor psikologis dan rehabilitasi yang tepat sangat berpengaruh terhadap hasil akhir terapi cedera ACL. Penelitian menunjukkan efek psikologis dapat menunda seoarng atlit Kembali bermain setelah cedera ACL. Sedangkan rehabilitasi yang tepat oleh dokter orthopaedi dan dokter rehabilitasi medik akan memastikan hasil yang terbaik pada penanganan cedera ACL. 

Share to

Artikel lainnya dari prof nicolaas

Ini Olahraga yang Baik untuk Kesehatan Tulang Selama Pandemi

Selama pandemi, sebagian orang membatasi kegiatan di luar rumah. Hal itu untuk mencegah penularan yang disebabkan oleh Covid-19. Namun, jika tidak menjaga kesehatan selama di rumah itu sama saja.

Selengkapnya

Mengoptimalkan Kepadatan Tulang

Tulang tumbuh dan menguat sampai usia dewasa, dan kemudian mulai secara bertahap kehilangan massa

Selengkapnya