Apakah Nyeri Punggung Bawah Bisa Disembuhkan?

Hampir 50-80% orang dewasa akan mengalami nyeri punggung bawah. Nyeri yang dialami bervariasi, mulai dari terasa pegal-pegal di otot, nyeri yang menjalar ke kaki, terasa terbakar, kesemutan, atau terasa seperti ditusuk-tusuk.



Nyeri punggung bawah (low back pain) memang bukan masalah kesehatan yang mematikan seperti stroke atau jantung. Namun, masalah kesehatan ini bisa mengganggu produktivitas bekerja bahkan sampai menimbulkan masalah kesehatan jiwa seperti depresi.

Lantas, bagaimana mengatasinya? Dan apakah nyeri ini bisa disembuhkan? Berikut penjelasan dari Nicolaas C. Budhiparama MD., PhD., SpOT (K), FICS dan dr. Dananjaya Putramega, SpOT.

Hampir 50-80% orang dewasa akan mengalami nyeri punggung bawah. Nyeri yang dialami bervariasi, mulai dari terasa pegal-pegal di otot, nyeri yang menjalar ke kaki, terasa terbakar, kesemutan, atau terasa seperti ditusuk-tusuk. Nyeri juga bisa diperberat dengan perubahan posisi, duduk lama, berjalan jauh dan membaik dengan membungkuk atau istirahat tidur.

Nyeri punggung bawah dapat diterapi sendiri di rumah, namun ada beberapa poin penting yang perlu diwaspadai jikalau ditemukan menyertai keluhan nyeri punggung yang dialami. 

 

Cari Tahu Dulu Riwayat Kesehatan dan Keluhan yang Dialami

Poin tersebut antara lain riwayat trauma, penurunan berat badan yang signifikan, demam, pasien dengan kondisi atau terapi obat yang menekan sistem imun, riwayat kanker, osteoporosis, usia >70 tahun, dan terdapat gejala penurunan fungsi saraf seperti kelemahan anggota gerak atau terasa baal pada kaki. Pada nyeri punggung bawah dengan penyerta yang sudah disebutkan sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

 

Mengenali Sumber Rasa Nyeri Punggung Bawah

Jika ditelisik lebih dalam, ada beberapa struktur pada punggung bagian bawah yang kerap kali menjadi sumber nyeri. Antara lain otot punggung (pada kasus dengan kelelahan, postur tubuh yang tidak baik, ataupun trauma), bantalan tulang punggung (robeknya kapsul bantalan sendi dapat menekan saraf tulang belakang), dan tulang belakang itu sendiri (pada kasus trauma, patah tulang belakang dan osteoporosis).

Dokter yang merawat biasanya akan melakukan pengambilan riwayat penyakit yang lengkap, disertai pemeriksaan fisik dan penunjang berupa x-ray ataupun MRI. Diagnosa yang tepat oleh dokter akan meningkatkan efektifitas terapi dan mencegah perburukan pada nyeri punggung.

 

Bisakah Nyeri Punggung Bawah Diterapi Mandiri?

Nyeri punggung bawah biasanya membaik dengan istirahat. Penting untuk mengetahui kondisi badan sendiri, kapan harus beristirahat dan kapan mulai kembali beraktivitas jika nyeri sudah berkurang. Rekomendasi terbaik adalah untuk segera kembali beraktivitas nyeri sudah tidak dirasakan lagi.

Selain itu terapi dengan modalitasi suhu panas (thermoterapi) bisa digunakan untuk mengurangi nyeri. Penggunaan alat berupa bantal, selimut hangat, shower panas atau menggunakan krim yang mengandung methyl salicylate atau capsaicin dapat digunakan dalam kasus nyeri tulang belakang yang tidak disertai dengan infeksi atau trauma. Obat-obatan pengurang nyeri yang bisa didapatkan bebas di apotek juga dapat membantu mengurangi nyeri. 

Namun jika obat-obatan ini tidak mengurangi nyeri, sebaiknya segera menemui dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

 

Manfaat Terapi Fisik Untuk Ringankan Gejala Nyeri Punggung

Penelitian tentang nyeri pada punggung bawah juga menyebutkan terapi fisik tertentu seperti manipulasi punggung, yoga, tai-chi dapat membantu meringankan gejala nyeri dan mengurangi episode nyeri berikutnya.

 

Jangan Lupa: Perbaiki Postur Tubuh

Terakhir yang tidak kalah penting adalah memperbaiki postur tubuh saat beraktivitas. Postur tubuh yang tidak baik dalam jangka waktu yang lama akan mengakibatkan nyeri pada punggung. Postur tubuh yang baik mencerminkan posisi tulang belakang yang baik. 

Pada posisi tegak – berdiri, postur yang baik adalah dengan menarik garis lurus dari atap ke lantai melalui ujung kepala, telinga, bahu, panggul, lutut dan ankle. Sedangkan pada posisi duduk duduk, posisi yang baik adalah tegak dengan tangan diposisikan pada paha dan mempertahankan bahu yang tegak dan simetris dan dagu dekat dengan sumbu tubuh.

Bagaimana, sudah benarkah posisi duduk saat bekerja?

 

(*)

Artikel ini bekerja sama dengan Nicolaas Budhiparama, MD., PhD., SpOT(K) dari Nicolaas Institute of Constructive Orthopedic Research & Education Foundation for Arthroplasty & Sports Medicine. www.dokternicolaas.com, instagram : @dokternicolaas

Share to

Artikel lainnya dari prof nicolaas

Melihat Lebih Jauh Peran Dokter Bagi Para Atlet Indonesia Berprestasi

Para atlet tak pernah bekerja sendiri. Ada peran dokter yang punya andil tak kalah penting, untuk membuat mereka selalu berprestasi.

Selengkapnya

Sering Nyeri Pada Tulang, Bisa Jadi Itu Pengapuran

Pengapuran sendi sebenarnya bukan “penyakit,” melainkan kondisi yang disebabkan oleh penuaan secara natural. Serupa dengan rambut kepala yang lambat laun memudar menjadi uban, demikian pula sendi perlahan-lahan menjadi aus dan mengalami perkapuran.

Selengkapnya