Mengenal Ragam Suplemen Tulang

Tulang memiliki banyak peran dalam tubuh – memberikan struktur, melindungi organ, menambatkan otot dan menyimpan kalsium. Menciptakan tulang yang kuat dan sehat selama masa kanak-kanak, remaja, dan dewasa penting dilakukan untuk melindungi kesehatan tul



Tulang memiliki banyak peran dalam tubuh – memberikan struktur, melindungi organ, menambatkan otot dan menyimpan kalsium. Menciptakan tulang yang kuat dan sehat selama masa kanak-kanak, remaja, dan dewasa penting dilakukan untuk melindungi kesehatan tulang Anda. Berbagai cara dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan tulang mulai dari berolahraga, menjaga asupan nutrisi yang sehat, hingga mengkonsumsi supplemen untuk tulang. Ada berbagai jenis dan variasi supplemen tulang yang beredar di pasaran, untuk itu mari kita bahas jenis dan manfaat supplemen tulang yang penting untuk menjaga dan memperkuat tulang.

  1. Kalsium

Kalsium adalah nutrisi utama untuk kesehatan tulang. Saat tulang patah dan tumbuh setiap hari, penting untuk mendapatkan kalsium yang cukup dalam makanannya. Kalsium merupakan komponen utama pembentuk tulang. Semakin bertambahnya usia, kemampuan untuk menyerap kalisum semakin menurun. Wanita berusia 80 tahun keatas hanya dapat menyerap setengah dari jumlah yang ada dalam makanan. Oleh karena itu, kebutuhan akan kalsium dapat terbantu dengan mengkonsumsi supplemen.

Suplemen kalsium mengandung dua jenis kalsium yakni kalsium karbonat dan kalsium sitrat. Kalsium karbonat paling banyak digunakan dalam suplemen. Hal ini dikarenakan sifatnya yang mudah ditoleransi tubuh. Untuk mengonsumsinya harus dibarengi dengan makanan agar kalsium segera terserap ke dalam tubuh. Kalsium karbonat berbeda dengan kalsium sitrat. Ini karena kalsium sitrat bisa terserap dengan baik meski tidak dibarengi dengan asupan makanan.  

Untuk orang dewasa usia 19 hingga 50 tahun dan pria berusia 51 hingga 70 tahun, angka kebutuhan kalsium adalah 1.000 mg/hari. Rekomendasi meningkat menjadi 1.200 mg/hari untuk wanita setelah usia 50 dan untuk pria setelah usia 70. Konsumsi kalsium yang cukup dapat menurunkuan risiko fraktur hingga 34%.

Meski memiliki banyak manfaat, tentunya ada juga bahaya yang mengintai jika kita kelebihan mengkonsumsi suplemen kalsium. Salah satu bahayanya adalah mengalami konstipasi (susah buang air besar). Selanjutnya, bahaya lainnya adalah menderita batu ginjal. Konsumsi kalsium terlalu banyak atau sekitar 1300 mg bisa menyebabkan batu ginjal. Apalagi jika kurang minum air putih dan pola makannya tinggi garam. Kebanyakan mengonsumsi suplemen kalsium juga bisa menyebabkan kram otot. Hal ini biasanya dialami oleh para lansia yang ototnya sudah mulai mengakumulasi kalsium. Untuk mengatasi masalah ini maka bisa mulai dengan mengurangi dosis suplemennya.

  1. Vitamin D

Vitamin D merupakan salah satu nutrisi penting yang berperan dalam menguatkan tulang, gigi, dan otot. Vitamin D adalah kunci yang membuka pintu dan membantu penyerapan kalsium ke dalam tubuh. Orang dengan kekurangan vitamin D memiliki risiko lebih tinggi kehilangan massa tulang. Selanjutnya, vitamin D juga dapat membantu kerja sel darah putih dan sel imun dalam melindungi tubuh dari infeksi penyakit. Seseorang dapat menyerap vitamin D melalui paparan sinar matahari. Tanpa vitamin D yang cukup, seseorang memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit tulang, seperti osteoporosis atau osteopenia.

Suplemen Vitamin D tersedia dalam dua bentuk: D2 dan D3. Kedua bentuk tersebut efektif, dan bisa diambil untuk memastikan tingkat vitamin D yang cukup. Tapi D2 tidak sama dengan D3. D3 adalah jenis vitamin D yang dibuat oleh tubuh, dan studi terbaru menunjukkan bahwa D3 bisa tiga kali lebih efektif dalam meningkatkan tingkat vitamin D.

Untuk orang dewasa usia 19 hingga 70, angka kecukupan harian vitamin D adalah 600 unit internasional (IU)/hari. Rekomendasi ini meningkat menjadi 800 IU/hari untuk orang dewasa yang berusia 71 tahun ke atas. Dosis vitamin D (800 IU/hari) dapat menurunkan risiko fraktur hingga 30%

 

  1. Vitamin K

Vitamin K umumnya digunakan sebagai proses pembekuan darah. Namun, di sisi lain vitamin K juga memiliki fungsi utama sebagai nutrisi alami untuk menjaga kesehatan tulang. Vitamin K memainkan peran penting dalam kesehatan tulang dengan mengurangi kehilangan kalsium dan membantu mineral mengikat tulang. Vitamin K membantu penyerapan kalsium ke dalam tulang. Kadar vitamin K yang kurang dalam darah dapat mengakibatkan penurunan kepadatan tulang. Hal ini otomatis meningkatkan risiko patah tulang. Dosis rekomendasi harian vitamin ini yaitu 90-120 mikrogram sehari. Diskusikan pula dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen vitamin K mengingat interaksinya dengan obat pengencer darah seperti warfarin.

  1. Vitamin B

Vitamin B, terutama vitamin B6, B9, dan B12 memiliki fungsi utama dalam melindungi tulang dari risiko osteoporosis. Khususnya pada orang-orang lanjut usia. Vitamin B12 tampaknya memengaruhi sel pembangun tulang. Sebuah penelitian menemukan bahwa kadar vitamin B12 yang rendah dalam darah akan meningkatkan risiko osteoporosis.

  1. Vitamin C

Vitamin C memainkan peran sebagai penunjang pertumbuhan gusi dan tulang. Kekurangan vitamin C dapat menyebabkan sariawan. Vitamin ini juga memiliki kegunaan penting dalam pembentukan kolagen yang ada pada tulang manusia. Rekomendasi kebutuhan harian vitamin C pada orang dewasa berkisar antara 90 mg/hari. Namun, diperhatikan agar konsumsi vitamin C tidak berlebihan dan melebihi batas aman yaitu 2000mg/hari pada orang dewasa. Kelebihan konsumsi vitamin C berisiko meningkatkan batu ginjal.

  1. Magnesium

Dalam tubuh, 60% magnesium tersimpan di dalam tulang. Sisanya tersebar di dalam cairan tubuh, otot, jaringan lunak dan darah. Tubuh membutuhkan magnesium untuk membangun sel tulang yang baru. Magnesium juga berperan dalam membantu aktivasi vitamin D dalam mengatur penyerapan kalsium dan fosfat guna menunjang pertumbuhan dan pembentukan tulang. Magnesium harus dicukupkan kebutuhannya di rentang 300 - 500 mg/hari. Apabila Anda merasa tak mampu mengonsumsinya dari makanan sehat, magnesium dapat dikonsumsi sebagai suplemen tulang. Risiko kekurangan magnesium bisa meningkat jika Anda terlalu banyak mengonsumsi makanan olahan.

  1. Zinc

Zinc/seng ada di tulang, dan itu mendorong pertumbuhan tulang dan membantu mencegah kerusakan tulang. Angka kebutuhan harian zinc pada orang dewasa harus dicukupi pada 12 mg/hari dan tidak melebihi dosis maksimal 40 mg/hari.

 

Untuk mendapatkan manfaat yang optimal dari berbagai supplemen untuk kesehatan tulang, sebaiknya konsultasikan terlebih dulu dengan dokter dan ahli gizi untuk mendapatkan dosis vitamin atau suplemen yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Disamping itu, pilihlah produk yang cocok terhadap kebutuhan nutrisi tubuh.

 

Artikel ini ditulis oleh dr. Hendy Hidayat, SpOT dan bekerja sama dengan Nicolaas Budhiparama, MD., PhD., SpOT(K) dari Nicolaas Institute of Constructive Orthopedic Research & Education Foundation for Arthroplasty & Sports Medicine. www.dokternicolaas.com, instagram : @dokternicolaas

Share to

Artikel lainnya dari prof nicolaas

Maksimalkan Potensi Tinggi Badan

Beberapa penelitian terbaru menyebutkan variasi genetik yang langka dapat mempengaruhi tinggi badan melebihi yang diturunkan dari orang tuanya. Namun bagaimanakah supaya kita bisa memaksimalkan potensi genetik yang diturunkan dari orang tua kita?

Selengkapnya

Mengenal Skoliosis Pada Tulang Belakang

Terkadang kita menemukan anak kita, kerabat atau teman bermainnya mengalami punggung yang bengkok. Punggung bengkok biasanya tidak akan menimbulkan gejala yang berat selain kelainan kosmetik. Seberapa jauh kita harus memahami kelainan tulang belakang yang

Selengkapnya