Kesehatan Tulang Anak

Pertumbuhan dan perkembangan tulang dimulai sejak sangat dini, bahkan sudah dimulai sejak dalam kandungan.



Pertumbuhan dan perkembangan tulang dimulai sejak sangat dini, bahkan sudah dimulai sejak dalam kandungan. Asupan nutrisi ibu pada saat mengandung berperan penting dalam optimalisasi pertumbuhan dan perkembangan tulang janin. Masa kanak dan remaja merupakan waktu yang penting untuk pertumbuhan tulang. Dalam periode krusial ini, ukuran dan kekuatan tulang berkembang dengan pesat. Sekitar separuh massa tulang dewasa diperoleh pada usia remaja, dan kebanyakan di antaranya didapat pada usia akil balik. Proses pertumbuhan tulang ini berlanjut hingga usia 20-an tahun. Puncak massa tulang (peak bone mass) dipengaruhi oleh beberapa hal, termasuk genetik. Di antara seluruh faktor, asupan nutrisi dan aktivitas fisik merupakan dua hal terpenting yang membantu anak dapat mencapai kekuatan tulang yang optimal. Puncak massa tulang yang optimal merupakan cadangan atau reservoir tulang yang dibawa hingga dewasa dan masa tua; puncak massa tulang yang optimal dapat mencegah terjadinya pengeroposan tulang atau osteoporosis.

 

Anak berusia 9-18 tahun membutuhkan asupan kalsium dan protein yang lebih tinggi dibandingkan kelompok usia lain, dengan pertumbuhan paling cepat pada usia 14 tahun untuk laki-laki dan 12.5 tahun untuk perempuan.

Susu dan produk turunannya bisa menyediakan 80% dari kebutuhan kalsium harian untuk remaja dan dewasa muda. Selain itu, anak muda juga perlu protein yang cukup untuk mencapai puncak massa tulang yang sesuai dengan potensi genetiknya. Meskipun kalsium merupakan nutrisi yang sangat penting bagi anak dan remaja, kelompok usia ini semakin jarang mengonsumsi susu dibandingkan dengan 10 tahun lalu. Anak dan remaja zaman sekarang cenderung lebih menyukai minuman ringan (soft drink) yang kandungan nutrisinya tidak baik untuk pertumbuhan mereka.

 

Vitamin D merupakan vitamin yang tidak kalah penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tulang yang baik. Vitamin ini mesti didapat dalam jumlah cukup dari makanan atau suplementasi, kemudian diaktivasi dalam tubuh dengan paparan sinar matahari. Anak muda jaman sekarang cenderung kurang mendapatkan asupan vitamin D. Hal ini disebabkan oleh semakin maraknya gaya hidup dalam ruangan (indoor), sehingga tidak mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup. Dengan membawa anak beraktivitas olahraga atau rekreasi di luar ruangan (outdoor), bukan di depan televisi atau komputer, orang tua sudah berperan dalam meningkatkan kesehatan tulang anak. Selain nutrisi, aktivitas fisik juga berperan penting dalam membangun tulang yang sehat. Anak muda yang melakukan kegiatan olahraga secara rutin diketahui akan mendapatkan massa tulang yang optimal.

 

Adapun tips membangun tulang yang sehat dan kuat untuk anak:

  1. Cemil keju, yogurt, kacang-kacangan, dan buah-buahan

  2. Minum susu, jus buah, dan air mineral

  3. Diet sehat yang mengandung kalsium dan protein, juga sayur dan buah

  4. Luangkan waktu untuk aktivitas fisik termasuk lari dan lompat

 

*Artikel ini ditulis oleh dr. Toto Suryo Efar, SpOT dan bekerja sama dengan Nicolaas Budhiparama, MD., PhD., SpOT(K) dari Nicolaas Institute of Constructive Orthopedic Research & Education Foundation for Arthroplasty & Sports Medicine. www.dokternicolaas.com, instagram : @dokternicolaas

Share to

Artikel lainnya dari prof nicolaas

Robotic Total Knee Replacement

Robotic surgery di bidang ortopedi membantu dokter melakukan operasi sendi dengan presisi tinggi berbasis data, meningkatkan akurasi pemasangan implan, meminimalkan trauma jaringan, dan mempercepat pemulihan pasien.

Selengkapnya

Platelet Rich Plasma (PRP) dalam Ortopedi

PRP adalah terapi biologis dari darah pasien sendiri. Dalam bidang ortopedi, PRP digunakan untuk membantu mempercepat penyembuhan dan regenerasi jaringan secara alami dan minim invasif.

Selengkapnya

Maksimalkan Potensi Tinggi Badan

Beberapa penelitian terbaru menyebutkan variasi genetik yang langka dapat mempengaruhi tinggi badan melebihi yang diturunkan dari orang tuanya. Namun bagaimanakah supaya kita bisa memaksimalkan potensi genetik yang diturunkan dari orang tua kita?

Selengkapnya